| Serangga (Sumber: unsplash.com/Europeana) |
Siapa yang tidak kenal dengan serangga? Hewan yang umumnya berukuran kecil dan hidup di sekitar area pepohonan maupun semak-semak ini biasa memakan dedaunan atau serangga lain yang lebih kecil. Mahkluk ini juga tidak akan mengganggu jika kita membiarkannya hidup dengan tenang dan tidak berulah di hadapan mereka.
Namun, terkadang ada juga sejumlah serangga yang kerap mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Meskipun mereka hanya berusaha bertahan hidup dan melakukan apa yang perlu mereka kerjakan, nyatanya keberadaan serangga-serangga ini dinilai menyusahkan. Inilah beberapa serangga yang dianggap sebagai pengganggu kegiatan manusia, khususnya masyarakat Indonesia.
| Nyamuk (Sumber: unsplash.com/Ekamelev) |
1. Nyamuk
Serangga penghisap darah ini sering kali muncul di malam hari, dan bergerak mencari mangsa untuk dihisap darahnya. Akibatnya, orang-orang merasa gatal setelah nyamuk tersebut menghisap darah. Mereka juga tidak jarang masuk ke dalam telinga dan membuat suara bising. Tidak jarang kita membunuh mereka menggunakan obat nyamuk maupun raket elektrik.
| Lalat (Sumber: unsplash.com/Chris Curry) |
2. Lalat
Lalat adalah serangga yang identik dengan membawa kotoran karena sering hinggap di benda-benda kotor maupun busuk. Lalat sering mengganggu manusia dengan hinggap di makanan atau hanya sekadar terbang di sekitar orang tersebut. Membunuh lalat juga tidak mudah karena pergerakannya amat cepat dan sulit dideteksi.
| Kecoa (Sumber: unsplash.com/Robert Thiemann) |
3. Kecoa
Kendati sebenarnya bukan serangga berbahaya, banyak orang merasa takut dan jijik terhadap kecoa karena tingkahnya yang tidak bisa diprediksi. Orang-orang khawatir mereka akan merayap ke tempat yang tidak diinginkan seperti kasur atau bahkan badan mereka sendiri. Karena itu, membunuh kecoa dengan semprotan anti kecoa adalah langkah aman bagi mereka untuk menghilangkan adanya peluang tersebut.
| Walang Sangit (Sumber: youtube.com/dibio depaint) |
4. Walang Sangit
Jarang ditemukan, namun sekalinya muncul, keberadaannya amat mengganggu. Selain baunya yang khas dan menyengat, walang sangit juga dikenal sebagai hama tanaman. Walang sangit menjadi "musuh" bagi mereka yang tinggal di daerah perkebunan atau persawahan. Insektisida menjadi pilihan untuk membasmi serangga ini.
| Semut (Sumber: unsplash.com/Salmen Bejaoui |
5. Semut
Dalam jumlah kecil, semut tidak terlihat mengancam. Namun, jika ditemukan dalam koloni, semut akan menjadi serangga yang cukup mengganggu. Serupa dengan lalat, biasanya mereka akan mengerubungi makanan, khususnya makanan manis, membuat makanan tersebut tidak lagi layak dikonsumsi. Untuk mengusir semut, bisa menggunakan cara seperti semprotan anti serangga atau kapur anti semut.
Meskipun serangga-serangga ini kerap mengganggu aktivitas kita, alangkah baiknya kita tidak membunuh serangga jika mereka tidak mengganggu kita.
Penulis: Mohammad Adrianto Sukarso/Politeknik Negeri Jakarta
No comments:
Post a Comment